Kamis, 20 Oktober 2011

PROMOTING LESSON STUDY AS ONE OF THE WAYS FOR MATHEMATICS TEACHERS PROFESSIONAL DEVELOPMENT IN INDONESIA: The Reflection on Japanese Good Practice of Mathematics Teaching Through VTR, 2002-2005


by: Dr. Marsigit, M.A
reviewed by: Ika Kusumawati (ika-kusumawati.blogspot.com)

Menurut Isoda M (2006), Lesson Study dibagi menjadi tiga bagian, yaitu perencanaan pelajaran, bagian bservasi, dan bagian diskusi dan refleksi. Dalam pelaksanaannya di Jepang, pembelajaran biasanya dimulai dengan mengembangkan rencana pembelajaran. Pada tahap ini guru mencoba membuat suatu permasalahan yang dipandang dari perspektif siswa. Dengan menganalisis masalah tersebut, guru dapat mengembangkan cara yang baik untuk menentukan inti dari permasalahan yang dibuatnya.
Sejak tahun 2000, sudah ada kerjasama antara universitas, lembaga pelatihan guru, Depdiknas, dan Direktorat Pendidikan Menengah yang bertujuan untuk meningkatkan profesional dan kompetensi guru guna mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (kurikulum 2004). Berdasarkan refleksi yang dilaksanakan di Jepang mengenai penggunaan VTR untuk menilai minat siswa di Sekolah Dasar Ookayama, Yokohama Kota, guru di Indonesia berusaha mengimplementasikannya di Indonesia, tentunya dalam kondisi yang berbeda.
Salah satu bentuk implementasi di Indonesia adalah dengan dengan lokakarya mengamati dan menganalisa VTR yang diikuti oleh 440 peserta. Berikut ini adalah pandangan mereka mengenai VTR: (a) mereka menilai bahwa VTR adalah salah satu model pengajaran yang baik, (b) mereka merasa bahwa untuk mengimplementasikan VTR di Indonesia masih terhambat oleh beberapa kendala, diantaranya masalah waktu, kesiapan siswa, anggaran, dan fasilitas penunjang lainnya. Secara umum, kegiatan refleksi VTR di Jepang dianggap baik dan berguna, para guru juga merasa bahwa kegiatan tersebut perlu disosialisasikan agar guru dapat mempelajarinya, namun untuk menaplikasikannya di Indonesia bukan hal yang mudah. Menurut mereka, sebagian besar siswa tidak siap ayau tidak mampu menyampaikan ide-ide mereka atau memerlukan waktu untuk membiasakan diri agar siswa mampu melakukannya.
Para guru berharap sekolah dan pemerinta mendukung pengembangan kemampuan mereka, termasuk kesempatan untuk mengikuti pelatihan, berpartisipasi dalam koferensi, dan kelompok guru. Mereka juga berharap bahwa sekolah-sekolah meningkatkan pengadaan fasilitas pendidikan dan peningkatan gaji mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar