Rabu, 05 Oktober 2011

DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS IN INDONESIA



By : Marsigit
reviewed by: Ika Kusumawati (ika-kusumawati.blogspot.com)
         
          Pada tahun ajaran 2006/2007, pemerintah mulai menerapkan kurikulum berbasis sekolah. Kurikulum berbasis sekolah menjadi titik awal untuk mengubah paradigma lama mengenai hakekat pembelajaran. Hal ini nantinya kan mendorong guru untuk mengevaluasi pembelajarannya. Melalui kurikulum baru, guru harus mampu merespon kebutuhan siswanya dengan masing-masing karakteristinya. Mukminan dkk, (2002) menjelaskan bahwa kurikulum berbasis sekolah untuk tingkat SMP lebih menekankan pada kompetensi siswa. Oleh karena itu pemerintah telah mengembangkan standar kompetensi nasional bagi mereka. Standar kompetensi nasional ini nantinya aka diuraikan menjadi beberapa kompertensi dasar yang menjadi dasar minimum yang harus dipenuhi oleh siswa, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
          Implikasi pelaksanaan kurikulum berbasis sekolah adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelidiki dan menemukan pola, mendorong siswa untuk bereksplorasi dan bereksperimen, membina inisiatif, orisinalitas, dan kemampuan berpikir divergen, mendorong rasa ingin tahu siswa, dsb. Untuk mengelola kelas berdasarkan kurikulum berbasis sekolah, guru sebaiknya menyadari perbedaan kemampuan tiap siswa, mengatur kegiatan kelas, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan menemukan konsep sendiri, melibatkan siswa dalam pembelajaran, mendorong siswa untuk aktif, dsb
Progran monitoring telah dilakukan dalam rangka untuk menyelidiki sejauh mana keefektifan, kelebihan, dan kekurangan kurikulum berbasis sekolah. Dari realita yang terjadi, ditemukan bahwa:
1.     Guru masih mengalami kesulitan dalam menerapkan standar kompetensi nasional
2.     Guru masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan LKS
3.     Guru masih mengalami kesulitan dalam hal mengembangakan matematika kontekstual
4.     Guru mengalami kesulitan dalam hal pengembangan alat peraga, dsb
hasil pemantauan tersebut adalah:
1.     sosialisasi kurikulum perlu ditingkatkan
2.     partisipasi/ peran guru, kepala sekolah, dan pengawas perlu ditingkatkan
3.     peningkatan sumber belajar
4.     perlunya kelengkapan fasilitas dan media pendukung lainnya.

         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar