by: Marsigit
reviewed by: Ika Kusumawati (ika-kusumawati.blogspot.com)
Dalam dekade terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, termasuk ketersediaan sumber belajar misalnya buku pelajaran. Kebutuhan untuk mengembangkan kualitas buku yang baik khususnya di tingkat SMP menjadi perhatian penulis. Sehingga penulis melakukan penelitian terhadap kesiapan guru untuk menciptakan bahan ajar sendiri.
Menyediakan sumber/ buku menjadi kebijakan penting dalam rangka usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebaiknya sekolah diberikan kebebasan ntuk memilih sendiri sember belajarnya. Alangkah lebih baik jika guru menciptakan sendiri bahan ajarnya, sayangnya hal ini masih belum terwujud karena kurangnya keterampilan guru untuk menyusun buku tersebut. Kegiatan pembelajaran yang aktif, dikembangkan dengan berbagai metode dan media diharapkan akan mendorong guru untuk menyusun sumber belajarnya sendiri seperti menciptakan buku sebagai usaha untuk menyempurnakan keberhasilan pembelajaran di kelasnya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, sebagian guru berpendapat bahwa buku yang baik untuk siswa SMP adalah yang mudah dimengerti, bermakna, berisi contoh yang baik, relevan, kontekstual, komunikatif, menarik, mendorong kreativitas siswa, dsb. Sedangkan kesulitan yang dihadapi guru dalam penyusunan buku adalah kurangnya keterampilan dan pengetahuan untuk menulis buku, pengelolaan waktu, anggaran, pengumpulan data pendukung, menemukan konsep, menghubungkan isi buku dengan kehidupan sehari-hari, dsb.
Salah satu contoh pengalaman pengembangan buku pelajaran di SMP:
1. menemukan ide
ide untuk menulis buku harus disesaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai.
2. menyiapkan rencana informal
mengumpulkan segala hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran, misalnya mengumpulkan data dan referensi yang diperlukan.
3. mencoba penulisan (memulai menulis)
4. merefleksikan dan melanjutkan penulisan
5. bekerjasama dengan penerbit
Penulis harus pandai meyakinkan penerbit untuk menerbitkan buku ynag dibuatnya.
Karena pendidikan itu bersifat dinamis dan mengalami perubahan dari waktu kewaktu, maka kebutuhan terhadap buku pelajaran pun juga ikut berubah jadi tidak ada buku yang paling baik, sehingga diperlukan usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan buku pelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar