Jumat, 06 Januari 2012

ENGLISH FOR VOCATIONAL EDUCATION

by: Dr Marsigit
reviewed by: Ika Kusumawati (ika-kusumawati.blogspot.com)

Pendidikan kejuruan,
yang terkadang disebut pendidikan karir dan teknis bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan kejuruan berbeda dengan pendidikan di jenjang lainnya, jenjang pendidikan lain biasanya lebih mendalami bidang ilmiah, yang berkonsentrasi pada teori dan pengetahuan konseptual abstrak. Di Indonesia, pendidikan kejuruan diakui dalam program sekunder pendidikan. Dalam rangka untuk memenuhi pasar tenaga kerja maka dibutuhkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi, sehingga pemerintah Indonesia (GOI) berusaha meningkatkan investasi masa depan pendidikan kejuruan melalui organisasi pelatihan, termasuk mendirikan
SBI
(Sekolah Bertaraf Internasional).

Dalam rangka untuk menciptakan sekolah bertaraf internasional, maka diperlukan peningkatan kualitas dan sistem pengajaran yang profesional, peningkatan fasilitas dan manajemen yang baik. Faktor kunci keberhasilan proses pembelajaran adalah komunikasi. Dalam proses belajar mengajar, guru dapat menggunakan Bahasa Inggris untuk mendorong siswa agar dapat mengkomunikasikan hasil belajar mereka, mencapai tujuan pembelajaran, dan untuk mengembangkan sumber belajar. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan ketika bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa formal dalam proses belajar mengajar (1) mengembangkan Kurikulum dalam bahasa Inggris, (2) mengembangkan silabus dalam bahasa Inggris, (3) mengembangkan materi pengajaran dalam bahasa Inggris, mengembangkan RPP dalam bahasa Inggris, (5) mengembangkan lembar kerja siswa dalam bahasa Inggris, (6) mengembangkan sistem evaluasi atau penilaian dalam bahasa Inggris, (7) mengadakan kegiatan kelas dengan bahasa Inggris, (8) menciptakan berbagai interaksi dalam bahasa Inggris, (9) menggunakan berbagai metode mengajar dalam bahasa Inggris, (10) menggunakan berbagai media pengajaran dalam bahasa Inggris, (11) mengembangkan kelompok diskusi dalam bahasa Inggris, (12) memfasilitasi belajar siswa dalam bahasa Inggris, (13) mempresentasikan hasil diskusi dalam bahasa Inggris,

Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Bahasa Inggris di pendidikan kejuruan, yaitu dengan mempersiapkan bahasa Inggris dalam pengajaran, mengembangkan kurikulum dalam bahasa Inggris, mengembnagkan berbagai latihan, misalnya menerjemahkan suatu bacaan dan menggambarkan benda-benda yang relevan dengan siswa SMK. Untuk mengembangkan bahasa Inggris di SMK, selain metode pembelajaran, interaksi juga turut mempengaruhi kesuksesan penggunaan bahasa Inggris tersebut. Guru perlu menciptakan interaksi antarbudaya, interaksi antar siswa, antar guru dan siswa dan berusaha melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, melibatkan siswa dalam tugas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menciptakan hubungan yang baik antara siswa dan guru. Sejalan dengan konsep kompetensi komunikatif, faktor-faktor yang harus dipenuhi untuk meningkatkan bahasa Inggris di SMK adalah: (1) bahasa harus diterima semua kalangan, termasuk guru, (2) siswa diharapkan berinteraksi dengan siswa lain menggunakan bahasa Inggris, (3) siswa diberikan kesempatan yang cukup untuk mengembangkan pembelajaran dalam Bahasa Inggris, (4) peran guru tidak hanya untuk memfasilitasi komunikasi materi saja, tetapi juga memfasilitasi bahasa Inggris sebagai alat untuk komunikasi, (5) guru perlu mendorong siswa untuk membiasakan berbicara dalam bahasa Inggris di berbagai kesempatan, (6) guru perlu mengembangkan media dan alat bantu pengajaran yang mendukung materi dan pembelajaran bahasa Inggris.

LESSON STUDY: Promoting Students Thinking on the Concept of Least Common Multiple (LCM) Through Realistic Approach in the 4th Grade of Primary Mathematics Teaching



by: Marsigit, Atmini Dhoruri, Sugiman, Ali Mahmudi
reviewed by: Ika Kusumawati (ika-kusumawati.blogspot.com)

Pemerintah Indonesia telah mengembangkan pembelajaran dan pengajaran kontekstual (CTL) dan realistic untuk mendukung implementasi kurikulum berbasis sekolah, artinya pemerintah mendorong para guru untuk mengembangkan kecakapan hidup siswa dengan menggunakan lingkungan optimal untuk mendukung kegiatan siswa. Selanjutnya pemerintah menerapkan Pendidikan Matematika Realistik (RME) dalam skema Lesson Study yang memberi kesempatan pada guru untuk meningkatkan pendekatan imstruksional dari tradidional ke salah satu progresif.

Dua poin penting tentang matematika realistic dan berhubungan dengan manusia adalah (1) matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan situasi kehidupan sehari-hari. kata ‘realistik’ bukan hanya merujuk pada kenyataan yang ada di dunia nyata namun juga merujuk pada situasi nyata dalam benak siswa (Zulkardi, 2006). (2) Gagasan matematika sebagai aktivitas manusia ditekankan.  Ada dua jenis matematisasi yang dirumuskan oleh Traffers, 1987 yaitu matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. Dalam matematisasi horisontal, siswa menggunakan alat-alat matematika yang dapat membantu mengatur dan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata. Sedangkan matematisasi vertikal adalah proses reorganisasi dalam sistem matematika itu sendiri.

Sebuah penelitian dilakukan di SD Percobaan 2 yang bertujuan untuk mengungkap gagasan matematika sebagai aktivitas manusia yang ditekankan pada pendekatan realistic. Dalam penelitian ini guru memberikan kesemptan pada siswa untuk bekerja secara individu dan kelompok tak formal untuk melakukan matematisasi horisontal. Siswa dapat mengembangkan matematisasi horizontal dengan cara (a) mengidentifikasi atau mmenjelaskan matematika spesifik, (b) merumuskan dan visualisasi masalah yang berbeda, (c) menemukan hubungan, (d) menemukan keteraturan, (e) mengakui aspek dalam masalah yang berbeda isomorfik, (f) mentransfer masalah yang ada di dunia nyata untuk masalah matematika. Sedangkan pengembanganmatematisasi vertikal dapat melalui : (a) mewakili masalah sehari-hari dalam rumus, (b) siswa berusaha membuktikan konsep, (c) siswa menyesuaikan dengan materi dan menemukan cara yang efektif untuk menghitung beberapa maslaah umum, (d) siswa melakukan matematisasi dengan model yang berbeda, (e) siswa merumuskan model matematika dan generalisasi. Secara umum, hasil lesson studytersebut adalah:
1.     kemampuan berfikir siswa mengenai LCM (KPK) menggunakan konteks kehidupan nyata sebagai titik awal dalam pembelajaran
2.     format kalender masalah adalah model yang berguna bagi para siswa sebagai jembatan antara pemikiran matematika yang abstrak ke nyata.
3.     Pemikiran siswa tentang KPK dipengauhi oleh penggunaan strategi dan penggunaan rumus.
4.     Dalam konsep KPK interaksi antara guru dan siswa dan interaksi antar siswa adalah penting.
5.     Kemampuan berpikir siswa tentang konsep KPK dipengarui oleh konsep-konsep yang dikembangkan sebelumnya

Selasa, 03 Januari 2012

How to Promote International Level of Schooling if I were Head of local Government of Educational Affair

Ika Kusumawati
09301241020
Pendidikan Matematika SUbsidi 2009


Every one always wants to be an important or influential person. If someone becomes an important or influential person, he/she can make innovation and make change for the better. In education, one of influential person is a Head of local Government of Educational Affair. The Head of local Government of Educational Affair can make some innovations to change education in Indonesia to be better.

If I were Head of local Government of Educational Affair, I would make some revolution, especially in promoting International Level of Schooling. Before promoting International Level of Schooling, we have to know the competence of that International level of Schooling at first. As we know, many Pioneers of International Level of School cannot be International Level of Schooling because of many factors. Therefore as a Head of Local Government of Educational Affair, I will try to discuss and improve the system of International Level of Schooling with Agency Head of Education and others related parties to make a better system. Then, we can improve the steps to make Pioneer of International Level of Schooling becomes International Level of Schooling so the International Level of Schooling has a good quality.

After making a chance to the system, then as a Head of Local Government of Educational Affair, we can promote the International Level of Schooling so it can be famous and well known for many people. One of the efforts to promote International Level of Schooling is making a meeting with educations’ experts then explaining that this school (International Level of Schooling) is one of International Level of Schooling that should be emulated. In this case, we can show the excellence of this school. The other efforts to promote International Level of Schooling as a Head of Local Government of Educational Affair are:
1.    Making a group that has an obligation to promote International Level of Schooling.
2.    Creating some media (magazine, bulletin, etc) that consist of Schools’ profile as an International Level of Schooling.
3.    Sharing that school (International Level of Schooling) with others through online media, such as website, blog, and etc that can make that school is known by others.
4.    Making some events such as education exhibition that consist of School that has International Level of Schooling.