by: Dr Marsigit
reviewed by: Ika Kusumawati (ika-kusumawati.blogspot.com)
Pendidikan kejuruan, yang terkadang disebut pendidikan karir dan teknis bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan kejuruan berbeda dengan pendidikan di jenjang lainnya, jenjang pendidikan lain biasanya lebih mendalami bidang ilmiah, yang berkonsentrasi pada teori dan pengetahuan konseptual abstrak. Di Indonesia, pendidikan kejuruan diakui dalam program sekunder pendidikan. Dalam rangka untuk memenuhi pasar tenaga kerja maka dibutuhkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi, sehingga pemerintah Indonesia (GOI) berusaha meningkatkan investasi masa depan pendidikan kejuruan melalui organisasi pelatihan, termasuk mendirikan
SBI (Sekolah Bertaraf Internasional).
Pendidikan kejuruan, yang terkadang disebut pendidikan karir dan teknis bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan kejuruan berbeda dengan pendidikan di jenjang lainnya, jenjang pendidikan lain biasanya lebih mendalami bidang ilmiah, yang berkonsentrasi pada teori dan pengetahuan konseptual abstrak. Di Indonesia, pendidikan kejuruan diakui dalam program sekunder pendidikan. Dalam rangka untuk memenuhi pasar tenaga kerja maka dibutuhkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi, sehingga pemerintah Indonesia (GOI) berusaha meningkatkan investasi masa depan pendidikan kejuruan melalui organisasi pelatihan, termasuk mendirikan
SBI (Sekolah Bertaraf Internasional).
Dalam rangka untuk menciptakan sekolah bertaraf internasional, maka diperlukan peningkatan kualitas dan sistem pengajaran yang profesional, peningkatan fasilitas dan manajemen yang baik. Faktor kunci keberhasilan proses pembelajaran adalah komunikasi. Dalam proses belajar mengajar, guru dapat menggunakan Bahasa Inggris untuk mendorong siswa agar dapat mengkomunikasikan hasil belajar mereka, mencapai tujuan pembelajaran, dan untuk mengembangkan sumber belajar. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan ketika bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa formal dalam proses belajar mengajar (1) mengembangkan Kurikulum dalam bahasa Inggris, (2) mengembangkan silabus dalam bahasa Inggris, (3) mengembangkan materi pengajaran dalam bahasa Inggris, mengembangkan RPP dalam bahasa Inggris, (5) mengembangkan lembar kerja siswa dalam bahasa Inggris, (6) mengembangkan sistem evaluasi atau penilaian dalam bahasa Inggris, (7) mengadakan kegiatan kelas dengan bahasa Inggris, (8) menciptakan berbagai interaksi dalam bahasa Inggris, (9) menggunakan berbagai metode mengajar dalam bahasa Inggris, (10) menggunakan berbagai media pengajaran dalam bahasa Inggris, (11) mengembangkan kelompok diskusi dalam bahasa Inggris, (12) memfasilitasi belajar siswa dalam bahasa Inggris, (13) mempresentasikan hasil diskusi dalam bahasa Inggris,
Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Bahasa Inggris di pendidikan kejuruan, yaitu dengan mempersiapkan bahasa Inggris dalam pengajaran, mengembangkan kurikulum dalam bahasa Inggris, mengembnagkan berbagai latihan, misalnya menerjemahkan suatu bacaan dan menggambarkan benda-benda yang relevan dengan siswa SMK. Untuk mengembangkan bahasa Inggris di SMK, selain metode pembelajaran, interaksi juga turut mempengaruhi kesuksesan penggunaan bahasa Inggris tersebut. Guru perlu menciptakan interaksi antarbudaya, interaksi antar siswa, antar guru dan siswa dan berusaha melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, melibatkan siswa dalam tugas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menciptakan hubungan yang baik antara siswa dan guru. Sejalan dengan konsep kompetensi komunikatif, faktor-faktor yang harus dipenuhi untuk meningkatkan bahasa Inggris di SMK adalah: (1) bahasa harus diterima semua kalangan, termasuk guru, (2) siswa diharapkan berinteraksi dengan siswa lain menggunakan bahasa Inggris, (3) siswa diberikan kesempatan yang cukup untuk mengembangkan pembelajaran dalam Bahasa Inggris, (4) peran guru tidak hanya untuk memfasilitasi komunikasi materi saja, tetapi juga memfasilitasi bahasa Inggris sebagai alat untuk komunikasi, (5) guru perlu mendorong siswa untuk membiasakan berbicara dalam bahasa Inggris di berbagai kesempatan, (6) guru perlu mengembangkan media dan alat bantu pengajaran yang mendukung materi dan pembelajaran bahasa Inggris.