Belajar
Menembus Ruang dan Waktu
Berfilsafat
adalah proses olah pikir, dapat berarti olah pikir sendiri, olah pikir bersama,
olah pikir bangsa, atau olah pikir dunia.
Apapun olah pikirnya, berfilsafat harus menggunakan referensi, yaitu pikiran
para filsuf. Berbagai penamaan aliran filsafat dapat dilihat dari obyeknya.
Obyek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Obyek itu sendiri dapat
dipersempit menjadi:
1. Obyeknya
adalah alam
Orang-orang Yunani
berpikir segala sesuatu yang ada di alam berasal dari apa, sehingga disebut
filsafat alam.
2. Obyeknya
adalah manusia: jika obyeknya adalah manusia maka filsafatnya adalah filsafat
manusia.
3. Obyeknya
adalah spiritual: jika obyeknya adalah spiritual maka filsafatnya adalah
filsafat teologi
Dilihat dari
letak/lokasi obyeknya, maka dapat dibagi menjadi obyek di dalam dan obyek di
luar. Obyek di dalam bersifat tetap, hal ini sejalan dengan pikiran Plato dan
menghasilkan filsafat idealisme sedangkan obyek di luar bersifat berubah,
sejalan dengan pikiran Aristoteles dan menghasilkan filsafat realisme.
Jika dilihat
dari banyaknya obyek, maka ada 3 aliran filsafat, yaitu monoisme, dualisme, dna
pluralisme. Jika obyeknya satu maka filsafatnya adalah monoisme. Monoisme
bearti yang benar satu, yaitu kausa prima (Tuhan). Dualisme adalah jika yang
benar adalah dua, sedangkan jika yang benar banyak maka filsafatnya adalah
pluralisme.
Jika kita
berbicara tentang filsafat yang berkaitan dnegan olah pikir, maka kita tidak
akan terlepas dari membicarakan manusia. Manusia itu tidak sempurna dan
terbatas. Ketidaksempurnaan itu dapat digunakan untuk membedakan antara unsur
satu dengan unsur yang lain. Manusia dapat menembus ruang dan waktu atau disebut
juga mengalami perubahan. Menembus ruang dan waktu dapat dilakukan intensif,
ekstensif, merujuk pikiran para fisuf, dan mengorespondensi dengan pengalaman.
Subyek yang
menembus ruang dan waktu itu mengalami dimensi wantu dan dimensi ruang. Menurut
Immanuel Kant, dimensi waktu itu berurutan, berkelanjutan, dan berkesatuan.
Sedangkan dimensi ruang dapat terdiri dari dimensi nol, dimensi dua, dimensi
tiga, dst. Jika dikembangkan dengan bahasa analog, maka dimensi ruang adalah
pikiran. Ruang terdiri dari wadah dan isi. Jika kita membicarakan ruang, maka
kita tidak dapat terlepas dari komponen ruang. Komponen ruang terdiri dari:
1. Material:
adalah bentuk fisik, konkrit
2. Formatif:
adalah yang dtulis secara resmi.
3. Normatif:
adalah ilmu, aturan, tata krama.
4. Spiritual
Sedangkan ruang kaum kapitalis
terdiri dari:
archaic à
tribal à tradisional à
fodal à
modern à pos modern à
pos pos modern
Orang yang
berilmu dalam pendidikan matematika adalah orang yang sopan terhadap apa yang
ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika dengan cara mengerti,
menerapkan, dan mereflekikan. Sopan berarti berhadapan dengan sistem yang
meletakkan unsur spiritual pada posisi yang paling atas. Namun di sisi lain,
kita mengalami gejolak globalisasi yaitu berhadapan dengan negara power nowdengan 4 ujung tombak, yaitu
kapitalis, utilitarism, pragmatism, dan hedonism. Kapitalis adalah aliran yang
memandang segala sesuatu diukur dari laju ekonomi. Utilitarism adalah aliran
yang memandang segala sesuatu dari manfaatnya. Pragmatism adalah aliran yang
menghasilkan budaya serba cepat. Sedangkan hedonism adalah aliran yang mengejar
rasa senang, sehingga terkadang lupa dengan norma agama. Walaupun kita
mengalami gejolak dengan negara power now,
namun kita tidak dapat terlepas dari negara terebut. Negara power now meletakkan agama di bagaian
tradisional.
Kemudian
pertanyaan yang timbul adalah siapakah yang dapat menembus ruang dan waktu? Yang
menembus ruang dan waktu itu tergantung dari sudut pandang material, formal,
normatif dan spiritual. Dimensi menembus waktu setiap orang itu berbeda-beda.
Beberapa bekal yang perlu diperhatikan ketika kita membicarakan ruang dan waktu
adalah:
1. fenomenologi
Fenomenologi terdiri
dari abstraksi dan idealisasi.
a.
Abstraksi yaitu memilih
atau mereduksi.
Kodrat manusia adalah
memilih dan terpilih. Manusia dapat dipandang sebagai makhluk sempurna namun
juga dapat dipandang sebagai makhluk terbatas.
Husserl menciptakan rumah
epocheuntuk menyimpan segala sesuatu
yang tidak dibutuhkan.
b.
Idealisasi menganggap
sempurna apa yang ada. Idealisasi berada dalam pikiran.
2. fondasionalism-antifondasionalism.
Semua
makhluk beragama adalah kaum fondasionalism karena meletakkan Tuhan sebagai
kausa prima, yaitu sebab ang utama dan pertama. Fondamen adalah permulaan.
Contoh fondamen dalam pernikahan adalah ijab qobul. Hakekat manusia adalah
fondasionalism karena kegiatan manusia dapat ditelusuri kapan
permulaannya.Namun dalam kenyataannya ada beberapa hal yang tidak dapat kita
definisikan, misalnya menentukan kapan dimulainya pagi. Hal ini yang nantinya
memunculkan antifondasionalism. Contoh antifondasionalism adalah pertanyaan
kapan kita dapat membedakan besar dan kecil, jauh dekat, dsb.
Pertanyaan
lainnya adalah apakah yang dimaksud dengan bilangan 2? Kita tidak dapat
mendefinisikan bilangan 2. Hal inilah
yang memunculkan persoalan dalam matematika karena kita mencoba mendefinisikan
bilangan 2, padahal bilangan 2 adalah intusi. Persoalan matematika bukan
berasal dari yang muda tetapi dari orang-orang dewasa yang telah mengenal
matematika. Anak-anak tidak memerlukan definisi bilangan 2, yang mereka
butuhkan adalah contoh hal yang konkrit yang dapat ia pegang, lihat, dan
rasakan. Matematika menjadi sulit karena kebanyakan guru menekankan definisi,
padahal banyak unsur matematika yang berasal dari intusi.
Berbicara
tentang guru, maka guru dapat dikatakan intuisionism maupun fondasionalism. Seorang
guru dikatakan intuisionism karena mengajar matematika dengan metode intuisi.
Seorang guru dikatakan fondasionalism karena kegiatan pembelajarannya diawali dengan
berdoa. Dari perkembangan filsafat sampai zaman Auguste Compte menciptakan ilmu
bidang, kita memiliki banyak ruang. Akibatnya munculah istilah-istilah baru,
misalnya bahasa sandi. Istilah-istilah tersebut biasabya diproduksi oleh orang
yang memiliki otoritas, karena ia akan diperhatikan dan diikuti banyak orang.
Pertanyaan:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar