Refleksi Perkuliahan Filsafat
Pendidikan Matematika
(Senin, 1 Oktober 2012)
Sebelum mengikuti
perkuliahan filsafat terlebih dahulu kita harus mengerti apa itu filsafat.
Filsafat adalah olah pikir yang refleksif, sehingga perkuliahan filsafat juga refleksif,
dengan cara mengungkapkan kembali isi perkuliahan dengan kalimat sendiri.
Pertanyaan pertama yang
muncul ketika belajar filsafat adalah mengapa kita perlu mempelajari filsafat.
Jawabannya adalah karena filsafat meniru terminologi dunia. Dunia dapat
digunakan di depan kata apapun, begitu juga dengan filsafat, misalnya filsafat
pendidikan, filsafat agama, dsb. Karena filsafat adalah olah pikir, maka kita
dapat memikirkan apapun yang ada di dunia ini, walaupun terbatas. Filsafat
merupakan ilmu yang multi muka, artinya ilmu yang bisa menjadi dua hal
kebalikannya, misalnya bisa dekat tetapi juga bisa menjadi sangat jauh, bisa
menghibur tetapi juga bisa berbahaya. Untuk mengantisipasinya maka diperlukan
adab/tata cara.
Adab/tata cara
berfilsafat terdiri dari beberapa hal, yaitu:
1. Kedudukan
filsafat dikaitkan dengan spiritual
Kedudukan filsafat tidak boleh
melebihi kedudukan spiritual. Dasar berfilsafat adalah spiritual. Sebelum dan
sesudah berfilsafat harus disertai dengan doa. Kesalahan dalam berfilsafat adalah
mencoba berfilsafat tentang misteri Tuhan. Walaupun kedudukan filsafat itu
tinggi, namun jangan pernah melebihi keyakinan/spiritual karena keyakinan itu
tak terbatas, dikhawatirkan justru akan melemahkan keyakinan itu sendiri. Dalam
memahami elegi, kita harus menggunakan pola pikir semampu kita atau tunggu
momentum yang tepat.
Ada kisah tentang seorang
matematikawan hebat yang tidak percaya akan adanya Tuhan karena ia tidak
mengerti siapa Tuhan itu. Hal tersebut salah, karena untuk bisa bertemu Tuhan
tidak hanya menggunakan pikiran, namun diperlukan juga hati dan keyakinan.
2. Filsafat
itu hidup
Ketika kita menanyakan cinta, kita
tidak tau seberapa besar batasan cinta. Mengapa? karena cinta itu hidup dan
akan terus hidup. Demikian juga dengan filsafat. Filsafat itu hidup, maka untuk
memepelajarinya diperlukan metode yang hidup. yang akibatnya adalah muncul
metode sehat dan metode tidak sehat, metode bahagia dan metode hidup susah.
Demikian juga dengan filsafat, maka akan ada filsafat sehat, filsafat tidak
sehat, filsafat bahagia, filsafat susah, dsb. Filsafat yang sehat adalah
filsafat yang beradap, mengenal tata cara dan sopan santun.
3. Menggunakan
bahasa analog
Dalam berfilsafat, bahasa analog
itu penting, misalkan kita menyebutkan “hati” yang dapat berarti spiritual,
keyakinan, atau ketuhanan. Kita dapat juga
menyebutkan kata “pikiran” yang berarti urusan manusia, urusan dunia, maupun
urusan lain yang nampak.
4. Obyek/yang
dipelajari dalam filsafat
Obyek yang dipelajari dalam berfilsafat
adalah obyek yang ada dan yang mungkin ada. Obyek yang ada adalah obyek yang
sudah diketahui, sedangkan obyek yang mungkin ada adalah obyek yang belum
diketahui. Obyek yang mungkin ada dapat dicari di dalam lingkungan sekitar
dengan cara melihat, meraba, dan memikirkannya.
5. Berfilsafat
perlu membersihkan diri (berpikir jernih)
Berfilsafat harus dalam kondisi
sehat. Dalam berbagai hal, jika dalam kondisi sakit pasti akan mempengaruhi
hasil kerja. Jika kita membahas tentang sehat, maka akan berkaitan juga dengan
metode hidup. Metode hidup disebut terjemah dan diterjemahkan. Dalam bahasa
Yunani disebut Hermenitika, artinya berinteraksi yang refleksif. Setiap hal di
dunia ini slaing berinteraksi satu sama lain. Tumbuhan berinteraksi dengan
lingkungan, batu berinteraksi dengan udara. Salah satu cara berinteraksi dalam
berfilsafat adalah dengan membaca elegi.
Hidup sehat dalam berfilsafat
adalah hidup yang harmoni atau seimbang antara unsur-unsurnya. Harmoni itu
sendiri identik dengan kebahagiaan. Sumbu dalam kehidupan adalah dengan
berikhtiar/usaha. Agar seimbang, maka ikhtiar di dunia harus diimbangi dengan
akhirat.
6. Menerima
filsafat/berfilsafat itu tidak hanya diam
Metode hiduplah yang menghidupkan
filsafat. Sebenar-benar berfilsafat adalah berinteraksi refleksif yang
mengandung berpikir refleksif. Membaca elegi dan membuat komen merupakan salah
satu cara mendudukkan diri dalam berfilsafat. Namun selain itu diperlukan juga
pengetahuan lain, seperti sejarah perkembangan filsafat.
7. Filsafat
dimulai dengan pertanyaan
Pertanyaan itu muncul dari
kekaguman tentang hal-hal kecil
8. Sopan
santun terhadap ruang dan waktu
Salah satu contohnya adalah dengan
menyadari bahwa di samping kita ada orang yang jika kita melakukan hal tertentu
maka akan merugikan secara materiil.
Sesi tanya jawab:
1. Pertanyaan
Siti Subekti:
Mengapa kupu-kupu yang indah
berasal dari ulat yang menyeramkan?
jawaban: hal tersebut merupakan
hukum alam. Kita harus mensyukurinya
2. Pertanyaan
Nensi:
Bagaimana tumbuhan mempertahankan
habitatnya?
jawaban: hal tersebut menggunakan
hukum alam. Hukum itu berdimensi dari hukum materialnya samapai hukum
spiritualnya.
3. Peertanyaan
Yunia:
Apa guna filsafat dalam pendidikan
matematika?
jawaban: Sama seperti pentingnya
berpikir dalam matematika.
4. Pertanyaan
Yulia:
Apa yang dilakukan semut saat
bertemu semut lain? Mengapa berhenti sesaat saat bertemu?
jawaban: Bisa karena berbagai hal,
dan hal tersebut masih perlu diselidiki
5. Pertanyaan
Eko:
Bagaimana memahami apa yang ada di
luar kita padahal memahami diri sendiri sangat susah?
jawaban: Jika filsafat tentang diri
kita, tinggal bagaimana menjelaskannya kepada orang lain.
6. Pertanyaan
Siti Zainab:
Apa kaitannya belajar filsafat
dengan belajar matematika?
jawaban: Sama-sama berpikir
7. Pertanyaan
Felisitas:
Apa hakekat rumput yang bergoyang?
jawaban: Bisa berbagai macam. Bisa
saja rumput itu merasa senang ketika kita senang, atau rumput tersbeut medoakan
langkah kita, tapi suatu saat bisa saja rumput tersebut sedih dengan perilaku
kita.
8. Pertanyaan
Fitria:
Apa hakekat roda yang berputar?
jawaban: Bergerak, berusaha
menunjukkan perubahan. Dalam perubahan tersebut ada yang bergerak dan ada yang
tetap, misalnya pusat tetap sebagi pusat dan jari jari tetap sebagai jari-jari.
9. Pertanyaan
Ermitasari:
Mengapa orang sapat membentuk pola
pikir bahwa dirinyalah yang paling benar?
jawaban: Karena filsafat tidak jauh
dari diri sendiri. Pikiran yang paling benar bersifat kontekstual, tergantung
kapan dan di mananya.
10. Pertanyaan
Arlian Bety:
Apa hakekat kehilangan?
jawaban: Kehilangan kuasa terhadap
obyek yang dimaksud, atau tak kuasa lagi menggunakannya.
11. Pertanyaan
Dewi Cepsi:
Mengapa menyampaikan amtematika
yang mudah menjadi sulit?
jawaban: Seharusnya kita tidak
menyampaikan, namun berusaha membangun sendiri pengetahuan tersebut.
12. Pertanyaan
Dwi Kartika:
Apa pentingnya berfilsafat?
jawaban: sama pentingnya dengan
berpikir.
13. Pertanyaan
Rina:
Apakah filsafat mempengaruhi
keyakinan?
jawaban: Seharusnya keyakinanlah
yang mempengaruhi berfilsafat.
14. Pertanyaan
Ridha:
Apakah elegi itu?
jawaban: Apa arti elegi itu dapat
dicari di blog.
15. Pertanyaan
Rusda
Apakah hubungan daun yang bergoyang
dengan matematika?
jawaban: serendah-rendahnya
berfilsafat adalah sama-sama dipikirkan
16. Pertanyaan
Kristina
Apakah hubungan filsafat dengan
tanah?
jawaban: Adanya filsafat dan
filsafat tanah. Hal tersebut sama-sama dipikirkan.
17. Pertanyaan
Tri wahyuni:
Apakah hakekat mahasiswa jurusan
pendidikan matematika?
jawaban: Pertanda ia hidup agar
matematika tidak terbang di atas awan. Matematika berkaitan dengan anak kecil,
padahal anak kecil tidak dapat terbang, maksudnya anak kecil perlu bimbingan
18. Pertanyaan
Anniltal:
Bagaimana perasaan seekor kucing
yang hamil tetapi tak bisa makan. Berapa lama ia dapat bertahan?
jawaban: hal tersebut merupakan
sifat dari suatu objek
19. Pertanyaan
Cony:
Apa cinta itu terbatas?
jawaban: cinta dapat terbatas dan
tidak terbatas. Mencintai dapat juga bermakna kasih saying. Cinta dapat juga
dibatasi ruang dan waktu.
20. Pertanyaan
Aries:
Kekaguman terhadap orang tua
termasuk adab yang bagaimana? Apa yang dimaksud dengan kagum?
jawaban: Kagum tanpa memikirkannya
adlaah mitos. Berfilsafat mencari logis (ilmu).
21. Pertanyaan
Naafi:
Mengapa perdamaian dunia itu susah
untuk diwujudkan?
Pertanyaan: Apakah
hakekat menyesal?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar